Keliping – Dampak Pencemaran Udara ( Materi )

BERBAGAI PENYAKIT AKIBAT PENCEMARAN UDARA

A. Pencemaran Udara Ancam IQ Anak

( http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/041/kes1.html )

Kota besar seperti Jakarta bukan lagi tempat yang sehat untuk membesarkan anak. Setiap hari seorang anak harus menghirup asap hitam knalpot kendaraan umum. Selain pelbagai penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA), ada yang lebih mengancam anak-anak kita, yakni menderita penurunan Intelligent Quotient (IQ) otak.

”Pengaruhnya tidak langsung dirasakan oleh anak, melainkan berlangsung sejak dalam kandungan. Kandungan zat berbahaya seperti logam berat pada emisi kendaraan akan terhisap oleh si ibu, dan mengalir melalui darah menembus ari-ari sebagai barrier. Semua kandungan logam berat tadi mengganggu pertumbuhan dan fungsi otak ketika janin itu dilahirkan,” jelas Dr. Monang Tampubolon, spesialis kesehatan anak dan dosen Fakultas Kedokteran Ukrida saat dihubungi di Jakarta, Kamis (3/4). Dari air susu ibu (ASI), polutan berbahaya dapat pula ”mencemari” otak bayi. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) DKI Jakarta sempat mengadakan studi pada 2001 yang menyatakan bahwa ibu-ibu di pinggiran kota memiliki ASI berkadar timbel 10 -30 ug per kilogram. Kadar ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tinggal di pedesaan, yakni satu sampai dua ug per kilogram. Polutan timbel yang terdapat dalam solar mampu memicu gangguan kesehatan kaum perempuan dan balita. Ion-ion timbel ini berimbas pada perkembangan sel-sel otak balita. Sebagian besar kendaraan bermotor di kota-kota besar masih menggunakan bahan bakar fosil seperti hidrogen (H) dan karbon (C). Hasil pembakarannya memunculkan senyawa Hidro Karbon (HC), karbon monoksida (CO), karbon dioksida (Co2) juga Nox. Namun akibat menghemat, banyak kendaraan yang masih menggunakan solar sebagai bahan bakar. Solar menghasilkan senyawa berbahaya, timbel alias plumbum (Pb). Polutan inilah yang menjadi pemicu gangguan fungsi otak yang utama. CO lebih menyerang ke anak-anak dan orang dewasa secara langsung, yakni menyebabkan kepala pusing, pandangan menjadi kabur, bahkan bisa pingsan dan kehilangan koordinasi saraf. Di luar ancaman penurunan tingkat kecerdasan, polusi udara juga memicu bronkitis, pneumonia, asma serta gangguan fungsi paru.

B. Pemicu Endometriosis “ KISTA “ Pada Wanita Usia Reproduksi

( http://udarakota.bappenas.go.id/view.php?page=newsdetil&id=107 )

Polusi udara kini menjadi salah satu penyebab kasus endometriosis yang kian meningkat, yaitu adanya jaringan serupa selaput lendir rahim di luar rongga rahim yang pada waktunya dapat menjadi pemicu kanker. Selain polusi udara, faktor lain pemicu endometriosis ialah dioksin dan hormon maupun insektisida yang terserap dalam tubuh. Oleh karena itu, penting adanya perbaikan lingkungan dan gaya hidup untuk mencegah endometriosis. Hal itu dikemukakan Teuku Zulkifli Jacoeb (58) dalam pengukuhan sebagai guru besar tetap Obstetri Ginekologi pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Sabtu (23/6) di Jakarta. Selaput lendir di luar rongga rahim, menurut Zulkifli, selain menyebabkan nyeri hebat, ternyata meningkatkan risiko terkena kanker. Kasus endometriosis pun kian meningkat dari tahun ke tahun.13 juta orang terganggu. Saat ini diperkirakan sekitar 10 persen-15 persen perempuan usia reproduksi menderita endometriosis. Di Amerika, di mana ada tujuh juta penderita endometriosis, pebisnis kehilangan berjuta-juta dollar setiap tahun karena hilangnya produktivitas dan waktu kerja akibat nyeri endometriosis.

Di Indonesia, angka kejadian pasti belum diketahui karena belum ada kajian epidemiologik. Akan tetapi, temuan-temuan klinis di rumah sakit berkisar 13,6 persen-69,5 persen pada kelompok infertilitas. Apabila diekstrapolasi dengan jumlah penduduk Indonesia yang 220 juta jiwa, diperkirakan ada 13 juta perempuan usia reproduksi di Indonesia yang mengidap endometriosis. Selain meningkatnya jumlah kasus, usia terkena endometriosis juga semakin muda. Kini remaja pun sudah ada yang terdiagnosis endometriosis. Selain menyebabkan nyeri panggul menahun atau hilang timbul bersamaan atau tanpa haid, penyakit ini juga menyebabkan ketidaksuburan (infertilitas) pada perempuan, keguguran, kehamilan di luar rahim, kembung di perut, nyeri, dan kejang perut bawah, lelah, alergi, serta disfungsi tubuh terkait dengan kekebalan lain. Pada sebagian perempuan, endometriosis dapat berubah menjadi kanker ganas. Belum ada kesepakatan di antara para peneliti mengenai penyebab pasti endometriosis. Ada pendapat endometriosis disebabkan darah haid berbalik, perubahan sel jaringan dewasa menjadi sel tidak normal, masalah penurunan imunitas, atau adanya faktor genetik yang diturunkan. Individu yang memiliki satu A-alel HSD17B1 makin berisiko terkena endometriosis. Faktor pencetus endometriosis, antara lain, adalah gangguan keseimbangan hormonal, infeksi menahun, radiasi (televisi, telepon seluler, komputer, gardu listrik tegangan tinggi), dan sumber dioksin (pembakaran limbah padat dan cair, pembakaran sampah, asap kendaraan bermotor, asap hasil industri kimia, kebakaran hutan).

C. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

( http://www2.kompas.com/utama/news/0604/12/083117_.htm )

Ratusan murid SD Negeri 002 Balikpapan tidak masuk sekolah akibat terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Penyakit ini diperkirakan akibat pencemaran udara dari kegiatan proyek di Jalan A. Yani, yang berada di depan sekolah. Menurut Kepala Sekolah SD 002, Norcahya, di Balikpapan, Rabu (12/4), data absensi sekolah menunjukkan, dari 795 orang murid mulai Januari (sejak dilaksanakan proyek), jumlah siswa yang tidak masuk akibat ISPA berjumlah 36 persen. Sementara pada bulan mencapai Februari  dan Maret berjumlah 45 persen.

Selain murid, sebanyak 10 persen dari 27 guru yang ada juga terkena ISPA. “Proyek pelebaran jalan di Jalan A. Yani diduga sebagai pemicunya akibat pencemaran dari debu yang berterbangan dan sebagian diisap anak-anak (murid SD)” katanya. Ratusan murid SD itu menderita dada sesak, batuk-batuk serta menderita demam panas. Terkait kasus itu, tidak jarang orangtua membekali anaknya dengan masker saat ke sekolah. Pihak sekolah telah melaporkan hal itu kepada  Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, kelurahan dan Puskesmas Karang Rejo. Begitu mendapat laporan, DKK, kelurahan dan Puskesmas langsung memantau ke lokasi sekolah.

Kasubdin Pencegahan, Pemberantasan, Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P4L) DKK Balikpapan Dr. Steven Fungsi telah memerintahkan pelaksana proyek  agar melaksanakan penyiraman kawasan pembutan jalan tersebut setiap dua jam sekali. “Kita juga berharap agar proyek pelebaran jalan ini segera selesai. Mengingat akibat pencemaran udara ini  banyak siswa yang tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolah akibat terkena ISPA,” katanya.

D. Gangguan Jantung ( Monopause )

( http://mohamadguntur.wordpress.com/artikel-kesehatan/hubungan-pencemaran-udara-dengan-menopause/ )

Peningkatan resiko yang diakibatkan oleh pencemaran semakin memburuk sehinga setiap 10mg meter kubik meningkatkan partikel halus yang menyebabkan resiko serangan jantung meningkat menjadi 24% dan resiko terjadinya kematian sebesar 76% demikian yang dikemukakan oleh Kristin A Miller M.S., University of Washington, dan rekannya, dalam studi observasi.

Resiko terjadinya serangan jantung meningkat 35% karena meningkatnya pencemaran udara (HR 1.35,95% CI, 1.08-1.68) demikian laporan terbitan New England Journal of Medicine tanggal 1 Februari. Penemuan-penemuan tersebut berasal dari studi yang dilakukan pada wanita masa menopos yang jumlahnya 65.893 yang mengambil bagian dalam Women’s Health Initiative.

Para peneliti memeriksa perbedaan kadar polusi di satu kota sampai ke kota yang lain, sebagaimana juga perbedaan kadar pencemaran udara yang terjadi di tempat sekitar kota-kota yang dijadikan pilihan.Para wanita yang mengambil bagian dari tahun 1994 sampai 1998, tingal di 36 wilayah Metropolitan Statistical Area, Amerika Serikat. Mereka yang mengambil bagian berusia antara 50 samapi 79 tahun pada baseline dan tidak punya riwayat penyakit jantung.

Para wanita tersebut diikuti sekitar enam tahunan dan hanya wanita yang tinggal dalam lingkungan 30 mil dari pantauan Environmental Agency sehingga kadar butiran-butiran halus yang tercatat 2.5 ug atau kurang, tercakup dalam analisis.

Peristiwa-peristiwa serangan yang terjadi ditentukan dari tanggapan kepada kuesioner tahunan dan ulasan catatan medis. Peristiwa terjadinya penyakit jantung pertama disebut sebagai myocardial infarction, coronary revascularization, stroke dan kematian akibat penyakit jantung atau penyakit cerebrovascular.

E. Tekanan Darah Tinggi

( http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1996/08/01/0050.html )

Berdasarkan studi Urbair ( Pernyataan tersebut setidaknya didukung pula oleh hasil Studi Pengendalian Kualitas Udara (Urbair) yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta bersama Metropolitan Environmental Improvement Program (suatu lembaga penelitian yang didukung World Bank dan UNDP), pada tahun 1993. ) dalam laporannya lebih merinci dampak pencemaran udara di Jakarta, terutama yang diakibatkan debu dan timah hitam terbukti memberi ancaman serius bagi kesehatan manusia, bahkan kematian. Dampak pencemaran udara oleh debu setiap tahunnya menyebabkan penyakit bronchitis kronis sebanyak 34 ribu kasus per tahun, bronchitis pada anak-anak 326 ribu kasus per tahun dan asma terjadi 89 ribu kasus per tahun. Sedangkan dampak pencemaran udara oleh timah hitam (Pb) menyebabkan kasus-kasus berat penyakit seperti jantung yang setiap tahunnya mencapai 350 kasus per tahun dan tekanan darah tinggi mencapai 62.000 kasus per tahun. Mencermati angka-angka tersebut tentunya membuat bulu kuduk kita akan merinding. Bayangkan saja, udara yang kita hirup setiap harinya dijalanan Jakarta membuat kita akan terkena bronchitis, asma, jantung, darah tinggi bahkan “IQ jongkok”.

F. Kematian

( http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/041/kes1.html )

Bukan janin dalam kandungan saja yang ikut terancam kehilangan kualitas kecerdasan, tapi juga anak-anak dalam masa tumbuh kembang. Timbel alias timah hitam ikut mencemari sayur dan buah-buahan yang dikonsumsi anak-anak. Beberapa tahun yang lalu United Nations Environmental Programme (UNEP) telah menempatkan Jakarta sebagai kota terpolusi nomor tiga di dunia setelah Meksiko dan Bangkok. Bisa dibayangkan betapa parahnya ancaman polutan emisi gas buang di metropolitan ini. Padahal tanpa harus berhadapan dengan fakta tersebut, anak Indonesia sudah tergolong lemah dan memiliki angka kematian tinggi. Berdasar catatan UNICEF, laju tingkat kematian anak Indonesia termasuk tinggi dibanding negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Sebagai perbandingan, tahun 1997 tingkat kematian anak di Jakarta mencapai 28, di Kalimantan 67, di NTB mencapai angkat 81 perseribu kelahiran. Sedangkan di Thailand hanya 30, dan Malaysia hanya sembilan.

Menurut Monang, mayoritas anak Indonesia lebih rentan terserang penyakit dibanding dengan anak dari negara lain. Ini tak lain dipicu masalah kurang gizi yang sejak lama menjadi kendala utama pembangunan bangsa. Departemen Kesehatan (Depkes) mencatat bahwa pada 1999 ada sekitar delapan persen anak Indonesia kekurangan gizi. Ini artinya ada sekitar 1,8 juta anak balita di seantero Indonesia menderita malnutrisi. Namun realitas yang ada di lapangan bisa lebih dari itu.
”Walaupun gizi masih menjadi masalah utama anak Indonesia, pada akhirnya penyakit yang timbul akibat pencemaran udara akan menjadi parah pula,” tutur dokter yang membuka praktik di bilangan Kalibata ini. Keduanya sama-sama berdampak buruk, yakni merosotnya tingkat IQ.

Di Jakarta dan kota besar lain masalah gizi bisa jadi tidak separah di daerah. Selaras dengan itu, kualitas kecerdasan mereka yang mendapat asupan gizi cukup akan membaik juga. Namun di banyak daerah kekurangan gizi, perkembangan otaknya terhambat. Maka Monang tidak heran kalau pelajar yang berhasil tembus perguruan tinggi negeri lebih banyak berasal dari kota besar di mana kebutuhan gizinya terpenuhi. Hal lain yang patut dicermati adalah polusi udara akibat asap rokok. Monang berpendapat bahwa hingga saat ini belum ada penelitian apakah asap rokok termasuk zat berbahaya bagi otak anak. Yang jelas, ibu hamil yang menghisap rokok bisa berakibat fatal terhadap janin yang dikandungnya. Pembuluh darah sang ibu akan mengecil sehingga suplai darah ke calon bayi terhalang. Akan banyak dampak yang diderita bayi di samping sekadar pertumbuhan badan yang terlambat, namun juga kemampuan mentalnya. ”Gizi memang masih menjadi faktor utama perkembangan otak. Tapi kita juga jangan meremehkan faktor lain seperti polusi udara,” ujar Monang. Dan yang memprihatinbkan, kendati polusi udara di Indonesia tergolong tinggi, tidak ada satu pun ahli kesehatan udara yang tersedia. Bahkan bidang studinya pun belum tersedia di semua perguruan tinggi. Padahal, menurut Monang, di banyak negara maju kehadiran seorang dokter ahli kesehatan udara sangat diperlukan dalam pembangunan proyek-proyek gedung di kota besar.

Published in: on 18 December, 2008 at 16:24  Comments (1)  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://allternonline.wordpress.com/2008/12/18/keliping-dampak-pencemaran-udara-materi/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentLeave a comment

  1. Dengan memperhatikan gas buang dari kendaraan dan industri maka MPG bisa jadi solusi yang cepat untuk menekan gas buang emisi. MPG aman buat lingkungan. manusia dan mesin. to lebih lanjut klik : http://www.gogreenbryna.ffividio.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: